Loading
X
Selamat Datang di Portal Resmi Kecamatan Kapas Bojonegoro © 2014
UPT PELATIHAN KERJA DISNAKER PROPINSI JATIM LATIH PENGOLAHAN KELOR PADA KELOMPOK WANITA TANI DI BOGO

Pemahaman akan manfaat nutrisi dan zat anti oksidan pada tanaman kelor (morienga oleifera lam) pada sebagian masyarakat kita terus menggelinding. Pada sisi lain, dukungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di Kabupaten Bojonegoro terus mengalir. Begitupun dengan SKPD Propinsi yang mewilayahi kabupaten ini.
Pernyataan ini dibuktikan pada kegiatan di Desa Bogo Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro hari ini,  Rabu 19 Juli 2017.
Bertempat di Panti PKK,  Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Tenaga Kerja di Bojonegoro Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Pemerintah Propinsi Jawa Timur menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Masyarakat, Program Peningkatan Kualitas dan Produktifitas Tenaga Kerja. Kegiatan yang mengambil fokus/ jurusan produksi hasil pertanian dibuka oleh Kepala UPT Pelatihan Kerja si Bojonegoro Disnakertransos Propinsi Jawa Timur dan akan berlangsung selama 40 hari. Acara pembukaan yang dihelat selama setengah hari tersebut dihadiri oleh 4 (empat)  Kepala SKPD Kabupaten, 1 UPT Dinas Propinsi sementara 1 SKPD Kabupaten mewakilkan Kepada staf karena pimpinan menghadiri acara lain yang sudah terjadual sebelumnya. Selain Kepala UPT Pelatihan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Pemerintah Propinsi Jawa Timur, hadir Koordinator Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah Bojonegoro Dinas Perhutanan Propinsi Jawa Timur, Ir.Widodo beserta seluruh PPL dinasnya. Sementara Kepala SKPD Kabupaten Bojonegoro, hadir diantaranya Kepala BAPPEDA, Ir.I Nyoman Sudjana, M.Si beserta jajaran Kepala Bidang terkait, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Drs. Suharto, M.Si, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Agus Supriyanto, SH. M.Si beserta jajaran kepala bidang terkait, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Elzadeba Agustina, S.Sos, M.Kes dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) yang diwakili staf.
Selain dari SKPD Kabupaten, hadir dari SKPD Kecamatan Kapas yang diwakili Sekretaris Kecamatan Kapas, Drs. Moh.Saipurrohim dengan jajaran Kepala UPT Dinas/Badan dalam wilayah Kecamatan Kapas.
Kegiatan pelatihan yang akan mulai dilaksanakan pada Senin, 24 Juli 2017 dengan sedikitnya melatih 16 jenis olahan kelor (morienga oleifera lam) tersebut diawali dengan laporan awal dan perkembangan gerakan pemasyarakatan tanaman kelor oleh Sekretaris Kecamatan Kapas. Dalam laporannya Saiful menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan pengolahan yang dibuka pada hari ini merupakan batu penanda (milestone) ke-empat dari gerakan pemasyarakatan tanaman kelor bagi membangun derajad kesehatan masyarakat dan menumbuhkan industri kreatif masyarakat di wilayah Kecamatan Kapas. Milestone pertama adalah deklarasi desa kelor di bogo yang dibarengkan dengan pencanangan desa Bogo sebagai peta baru kawasan PKA (Pengembangan Kawasan Agropolitan). Berangkat daru deklarasi tersebut dilakukan langkah koordinasi dengan UPT dalam wilayah untuk penentuan desa demplot. Setelah dilakukan koordinasi dengan Kepala Puskesmas, maka ditentukan 3 desa demplot kelor pada masing masing wilayah kerja Puskesmas. Untuk wilayah kerja Puskesmas Kapas desa demplotnya adalah Desa Bogo, Klampok dan Sukowati. Sedangkan untuk wilayah kerja Puskesmas Tanjungharjo adalah Desa Kumpulrejo, Bendo dan desa Sembung. Kegiatan lanjutan setelah penentuan desa demplot adalah pelaksanaan sosialisasi akan maksud, tujuan dan manfaat bagi masyarakat akan tanaman ini. Kepada desa demplot diberikan pasok bibit berupa stek batang dan benih berupa biji kelor untuk dilakukan pembenihan. Dalam laporannya, Saiful menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini telah didistribusikan kurang lebih 2500 stek batang dan 3 kg benih atau senilai 9000 butir biji kelor namun karena persepsi masyarakat terhadap tanaman ini belum standar dan kesalahan teknis pembenihan, pemeliharaan benih dan penanaman masih belum menggembirakan.
Adapun milestone kedua adalah pelaksanaan studi tentang pembudidayaan dan prospek penjualan daun kering tanaman kelor pada Kelompok Tani Hutan di Desa Klumpit Kecamatan Sooko Kabupaten Tuban. Sementara milestone ketiga adalah pelaksanaan studi pengolahan kelor pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Rejeki Desa Trirenggo Kecamatan/Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta yang difasilitasi BAPPEDA Kabupaten Bojonegoro yang diikuti beberapa SKPD Kabupaten pada Juni lalu.
Selain menyampaikan ucapan terima kasih kepada SKPD yang mendukung dan laporan terhadap kendala di lapangan, Saiful menyampaikan beberapa perkembangan yang menggembirakan terkait gerakan massal penanaman dan pembudidayaan kelor di Kecamatan Kapas

Sementara itu support kebijakan terhadap gerakan ini selama ini dan ke depan terlihat sangat tampak saat masing-masing Kepala SKPD Kabupaten memberikan Pengarahan. Kepala BAPPEDA, I Nyoman Sujana setelah menyampaikan apresiasi terhadap percepatan gerakan massal penanaman dan pemanfaatan tanaman ini menyampaikan bahwa mulai milestone pertama sampai saat ini terus mendampingi. Bahkan saat kunjungan ke Trirenggo BAPPEDA telah bersurat kepada SKPD teknis terkait pembenihan, penanaman, pembudidayaan dan program pasca panen untuk mengikuti kegiatan di maksud. Ke depan, BAPPEDA akan merekomendasikan program program pendukung gerakan ini saat penyusunan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bojonegoro tahun 2017. Tidak kalah dukungannya, Drs.Suharto, MM, Kepala Dinas Ketahanan Pangan menguraikan bahwa salah satu tugas dinas adalah memastikan bahwa program SKPDnya mampu menjangkau penanganan kekurangan gizi dan nutrisi pada masyarakat Bojonegoro. Dan kelor adalah salah satu alternatif. Berkait itu, akan diprogramkan sebuah kegiatan yang bertajuk Lomba olahan makanan non beras. Beliau menjabarkan, tentu kontes ini indikator penilaiannya mencakup kandungan gizi dan nutrisi lain, aroma, citarasa, estetika bentuk dan tentu adalah cara penyajian. "Maka kepada Pemerintah Desa Bogo diharapkan bersiap mulai sekarang olahan kelor yang memenuhi aspek itu", demikian Kepala Dinas Ketahanan Pangan berpesan.
Menimpali Suharto, Kepala BAPPEDA melontarkan usulan menarik agar pemenang kontes ini diberikan hadiah bukan uang. "Berikan hadiah berbentuk perkakas pembuat sehingga dapat memicu percepatan tumbuhnya industri kreatif berbahan dasar kelor yang berbasis rumah tangga. Kisah sukses Trirenggo, salah satunya, melalui program semacam ini", demikian Nyoman Sujana menimpali.
Sesuatu yang menjadi tantangan sekaligus peluang datang dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM. Beliau membuka lebar ruang pamer yang ada dalam kewenangannya untuk dioptimalkan. Bahkan beliau siap memfasilitasi pelatihan lanjutan untuk pengolahan kelor untuk kepentingan perawatan kulit dan kecantikan. "Ikuti pelatihan ini sehingga menghasilkan tambahan pendapatan. Terus berkreasi, kami bisa mengantarkan panjenengan semua jika dalam perkembangannya kelor akan diolah menjadi produk perawatan kulit dan kecantikan. kebetulan saya secara pribadi saat menjabat Kepala SKPD sebelum ini pernah berkolaborasi dengan salah satu lembaga swadaya masyarakat yang bahkan sudah mampu membuat produk perawatan kulit dan kecantikan dari kelor", demikian Kepala Dinas Koperasi UKM menjanjikan.
Acara yang dibuka secara resmi oleh Kepala UPT Pelatihan Kerja di Bojonegoro Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Propinsi Jawa Timur, sebelumnya di dahului pesan beliau bahwa semangat dasar kegiatan pelatihan ini adalah mengurangi pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat yang ujung ujungnya adalah pembangunan yang pro poor, pro job dan pro growt.